The Key to every women heart

A group of girlfriends go on vacation and see a five-story hotel with a sign that reads “for women only.” Since they are without their boyfriends, they decide to go in.

The doorman, a very attractive guy, explains to them how it works. “We have 5 floors. Go up floor by floor, and once you find what you’re looking for, you can stay there. It’s easy to decide, since each floor has signs telling you what’s on that floor. The only rule is, once you leave a floor, you can’t return to it.”

The women talk it over and decide to go for it.

They start going up, and on the first floor the sign reads, “All the men here are horrible lovers, but they are kind and sensitive.”

The friends laugh and without hesitation move on to the next floor.

The sign on the second floor reads “All the men here are wonderful lovers, but they generally treat women badly.”

This wasn’t going to do, so again they head for the stairs.

The friends move up to the third floor where the sign reads “All the men here are great lovers and sensitive to the needs of women.”

This was good but there are still two more floors so………

So on to the fourth floor, and this sign seems perfect. “All the men here have perfect builds; are sensitive and attentive to women; are perfect lovers; they are also single, rich and straight.”

The women are really pleased, but they decide that they would rather see what the FIFTH floor has to offer before they settle.

When they reach the fifth floor, there is only a sign that reads: “There are no men here. This floor was built only to prove that there is simply no way to please a woman.”

Source

Kepala Pusing

ada yg tau cara menghilangkan banyak pikiran?
Anyone knows?

Jadwal gw setiap hari:
1. Bengong mikirin hutang
2. Bengong mikirin style.xml (maksudnya kerjaan)
3. Bengong mikirin cewe (maklum zat2 dalam diri sudah merindukan seorang gadis yg baik hati)
4. Bengong mikirin kamar kos yg berantakan
5. Bengong mikirin muka
6. Kegiatan selain bengong: Cuci piring, Baca buku, nonton TV, Tidur, Masak Mie Instant. Browsing.

Jogja episode1

Hari minggu, ku berangkat ke terminal ubung, naik ojek.
Ini beberapa percakapan yg ujung2 nya minta uang lebih. haha

Ak: (Seelum naik) Berapa bang?
Ojek: tadi udah dikasih tau brp mas?
Ak: 15rb lho
Ojek: wah mana untung saya. Kalo naik taksi aja mahal lho mas bisa 70rban
(Deky-> makanya gw manggil lu)
Ak: Yah udah saya tambah jadi 20rb. (dari paa gw telat naik bus)
Ojek: yo wish mas, nih helmnya silakan dipakai.

 kira2 gitu dah ceritanya, gw gak hafal kata2 dia.

Sesampainya di terminal ubung…..
Ak: nih mas ongkosnya 20rb.
Ojk: si mas kelihatannya masih muda , mang brp umur mas?
(kok tanya umur segala, apa krn ku kasih 20rb dia jadi girang gitu, atau ada keturunan gay mungkin).
Ak: 25, si mas brp?
Ojk: 29, kirain si mas umur nya 20an. haha (tawa Cekekikan). nanti kalo mau pulangnya, saya antar lagi dah, nih saya punya no hp mas, nanti tak sms y.
Ak: haha, Sy blum tau pulangnya kapan, ok, mungkin saya bareng teman saya. Makasih y.

LAngusng naik bus Pahala Kencana, ongkosnya 200rb byr dimuka, fasilitas nya: AC, TV, Toilet, Bangku yg ada ganjalan kakinya)  . Jam 3, busnya udah jalan.

Dari teminal ubung sampai ke pelabuhan gilimanuk makan waktu 3 jam, trus turun dari bus lalu naik kapal ferry. kira2 1 jaman.
Sesampainya di yogja, di terminal giwangan pukul 6 pagi.

Bersambung ……….

Bertemu Soulmate (Sebuah Kesaksian)

Tulisan dibawah ini disadur dari blog org lain. Begini lah kisahnya:

Seorang pembaca blog ini mengirim email menanyakan, “Betulkah anda percaya bahwa soulmate itu ada? Jangan-jangan setelah saya meyakini hal ini ternyata yang namanya soulmate itu tidak pernah datang dalam kehidupan saya!” Saya telah menjawab email tsb secara pribadi tetapi saya juga ingin membagi pengalaman saya dengan teman-teman yang lain disini. Semoga bermanfaat.

Saya katakan kepada pengirim email ini, “Anda tidak sendirian. Saya yakin banyak pembaca lain yang merasa demikian.” Kenapa saya bisa begitu yakin? Karena beberapa teman pernah menanyakan hal yang sama dan sayapun dulu juga. Pergumulan terberat yang saya alami di masa penantian waktu itu adalah meyakini bahwa Allah tidak akan mengecewakan saya. Saya sering meragukan apakah Allah benar-benar mendengar permintaan saya. Karena sepertinya tidak ada tanda-tanda bahwa orang yang saya tunggu-tunggu itu akan datang. Terus terang ada waktunya ketika saya mengatakan (dengan serius lho!), “Ya sudah Tuhan, siapa sajalah yang penting saya dapat suami!”

Saya rasakan waktu itu, lebih mudah untuk percaya ketika orang berkata, “Emang ada yang mau sama kamu?” Iya ya, memangnya ada yang akan mau sama saya? Waktu itu saya adalah perempuan yang tidak bahagia (kurus, kecil, muka suram, kulit gelap, jadi menurut saya tidak menarik) dengan tiga anak yang masih kecil-kecil. Saya sering berpikir bahwa jika ada yang mau jadi suami saya, kami hanya akan menjadi beban saja. Tetapi di lain pihak saya ingin sekali mengalami apa yang telah Allah janjikan kepada anak-anak-Nya – bahwa Dia adalah Allah yang hidup dan jika saya meminta Dia akan memberi. Waktu itu keinginan terbesar saya adalah minta soulmate dalam definisi saya – seseorang yang bisa memberi kebebasan kepada saya dalam mencari dan mengikuti suara Tuhan.

Mungkin kedengarannya permintaan saya sederhana tetapi saya tahu yang saya minta adalah sesuatu yang sangat besar. Saya menginginkan seseorang yang egonya sudah menyerah, seseorang yang mau meletakkan segala pengetahuannya mengenai apa yang salah maupun apa yang benar dan tunduk hanya kepada kebenaran yang dari Allah. Dengan kata lain, saya menginginkan seseorang yang tidak menghakimi apa yang saya lakukan dalam usaha saya mencari Allah, meskipun mungkin sepertinya yang saya lakukan salah. Kriteria inilah yang ternyata nantinya menjadi password bagi saya untuk mengenali soulmate saya.

Seperti Disambar Petir

Sekarang ini saya telah menemukan soulmate saya. Kalau saya melihat ke belakang saya sungguh bersyukur bahwa waktu itu Tuhan tidak ijinkan saya menyerah di tengah jalan dan kompromi. Godaan untuk itu sering sekali terjadi, terutama ketika iman sedang goyah dan kesabaran sudah hampir habis. Sering sekali saya menangis dan berteriak pada waktu itu untuk melampiaskan frustrasi saya (tentu saja saya tutup mulut saya dengan bantal agar tidak kedengaran orang lain). “Tuhan, katanya Engkau Maha Kuasa. Apa sih susahnya mengirim satu laki-laki kemari? Ada jutaan laki-laki di luar sana. Masa satu saja ngga ada yang cocok buat saya?” Tapi Allah kita adalah Bapa yang tidak gampang terpancing oleh rengekan anak-Nya. Jadi meskipun hampir tiap malam saya menangis dan berteriak, soulmatepun tetap tak kunjung datang.

Akhirnya saya benar-benar putus asa dan menyerah. Ada seorang laki-laki yang sedang mendekati saya. Meskipun usianya jauh lebih muda dari saya, dia bisa membuat saya merasa aman. Dia juga memperlakukan saya dengan penuh kasih dan perhatian sehingga saya benar-benar merasa seperti seseorang yang sangat istimewa di matanya. Mengantisipasi seandainya laki-laki ini menyatakan cintanya, sayapun memberi tahu Tuhan mengenai keputusan yang akan saya ambil, “Bapa, pokoknya kalau dia meminta saya jadi pacarnya, saya mau. Sebetulnya saya tahu dia bukan soulmate saya tapi saya capek nunggu terlalu lama .” Respon Tuhan begitu mengejutan saya. Belum selesai kalimat terakhir saya ucapkan, dalam penglihatan Tuhan menunjukkan sebuah daftar berisi hal-hal merugikan yang akan terjadi jika saya menikah dengan laki-laki itu. Dengan mata rohani saya melihat daftar itu lumayan panjang tetapi saya hanya ingat satu point saja yaitu, “Laki-laki ini kelak akan memperkosa ketiga anak perempuanmu.”

Rasanya seperti disambar petir waktu itu. Muka saya pucat dan tubuh saya kaku. Sungguh. Saya kaget dan takut sekali. Untuk beberapa saat saya merasa seperti lumpuh. Setelah bisa menguasai keadaan saya tersungkur, menangis dan meminta ampun atas kekurang-ajaran saya telah meragukan rencana-Nya. Saya juga mengucap syukur karena Allah telah meluputkan saya dan ketiga anak perempuan yang saya kasihi dari kebinasaan. Saya benar-benar tidak melihat bahwa laki-laki yang begitu lembut memperlakukan saya itu ternyata berpotensi untuk merusak kehidupan kami. Hari itu mata saya benar-benar dicelikkan dan saya mendapat pelajaran yang sangat berharga; manusia tidak tahu apa-apa sementara Allah mengetahui segalanya. Dia sangat mengenal anak-anak-Nya dan selamatlah mereka yang mengandalkan Dia.

Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati. (Yes. 40:11)

He’s the OneTuhan tidak pernah kehilangan cara untuk mempertemukan anak-anak-Nya. Bagi manusia, bumi ini bisa jadi sangat luas dan manusia sangat banyak. Gampang sekali berpikir bahwa soulmate kita akan tersesat dan tidak bisa menemukan kita. Jangan percaya itu. Seperti kita bisa mengawasi koloni semut yang jumlahnya ribuan dalam sekali pandang, Allah juga bisa melihat kita semuanya sekaligus. Jadi bukan sesuatu yang mustahil bagi Allah untuk mengambil anak-Nya yang tinggal di kutub utara untuk dipertemukan dengan anak-Nya yang lain yang tinggal di kutub selatan.

 

Begitulah yang terjadi dengan saya dan soulmate saya. Stephen yang waktu itu tinggal di San Fransisco dan saya di Yogya bertemu di tempat kerja di Jakarta. Kantor kami adalah perwakilan dari sebuah perusahaan Amerika yang berpusat di Seattle. Orang mengatakannya kebetulan tetapi saya melihat bahwa Tuhan sengaja menginspirasi pejabat-pejabat di pusat untuk membuka kantor perwakilan di Jakarta salah satunya adalah supaya saya dan Stephen bisa bertemu. Saya mulai bekerja di tempat tersebut setahun setelah kantor dibuka sementara Stephen diterima ketika kantor itu baru saja buka dan masih dalam penyempurnaan disana-sini.

Kami tidak pernah menyangka kalau kami adalah soulmate. Tidak ada tanda-tanda khusus seperti jantung deg-degan tiap kali melihat dia atau yang semacam itu. Bahkan bisa dibilang di tahun-tahun pertama saya bekerja disitu hubungan kami tidak lebih dari sekedar “Good morning” dan “See you tomorrow” Ditengah-tengah itu tidak ada apa-apa selain urusan pekerjaan.


Yang saya pelajari dari bekerja bersama dengan Tuhan adalah bahwa semua sudah ada waktunya. Kita bisa memperlambat tetapi tidak bisa mempercepat. Singkat cerita Stephen dan sayapun akhirnya bersahabat. Karena kecocokan kami dalam memandang Allah, kami sering terlibat diskusi seru mengenai hal-hal seputar hubungan manusia dengan Allah. Hadirat Tuhan sering sekali kami rasakan ketika kami sedang diskusi. Banyak hal-hal baru dibukakan kepada kami yang membuat kami semakin bersemangat menggali kebenaran lebih dalam lagi. Tanpa terasa hubungan kamipun semakin lama semakin dekat dan kamipun pacaran.

Ujian dan password

Pada suatu hari setelah kira-kira 3 bulan kami pacaran, Allah mengatakan bahwa Dia hendak menguji Stephen. “Engkau harus katakan begini, “ kata Tuhan. “Allah memerintahkan agar aku bersedia untuk tidur dengan semua laki-laki di kantor ini.” Oh, my God! Anda bisa bayangkan perasaan saya waktu itu. Bukan hanya saya takut membayangkan reaksi Stephen, sayapun takut dengan reaksi saya sendiri. “No, God, please, don’t make me do this!” Rasanya saya ingin lari dan tidak mau datang ke tempat itu lagi. Tetapi anehnya ketika saya katakan, “Tuhan, bukan kehendakku tetapi kehendak-Mu yang jadi” saya jadi tenang dan benar-benar merasa bahwa yang Tuhan perintahkan tsb adalah sebuah misi yang mulia. Sayapun bisa mengatakan kepada Stephen dengan tenang dan sama sekali tidak merasa tertuduh.

Stephen kaget. Saya ingat sekali reaksinya waktu itu. Ia diam dan memejamkan mata. Sesekali ia menarik nafas dalam. Dari kedua sudut matanya saya melihat air mengalir. Dia menangis. Lama kami tidak berkata-kata. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan karena saya tidak tahu apa yang dia rasakan. Setelah beberapa saat Stephen-pun membuka matanya. Ia raih kedua tangan saya dan digenggamnya erat-erat. Sambil menatap mata saya ia berkata, “Aku percaya apa yang kamu katakan berasal dari Allah. Karena itu biarlah hanya kehendak-Nya yang jadi, bukan kehendakku.” Kemudian ia mencium tangan saya dengan penuh hormat seperti seorang pangeran mencium tangan seorang putri. Saya tidak bisa berkata apa-apa. Hati saya sangat bersuka cita. Saya tidak menyangka bahwa kata-kata yang baru saja diucapkan Stephen adalah password untuk membuka jiwa saya. Saya merasa jiwa saya melompat dan bersorak seperti ketika Adam pertama kali melihat Hawa. “Inilah dia laki-laki yang selama ini kutunggu-tunggu! He’s the one! He’s my soulmate!”

Saya begitu yakin bahwa Stephen adalah soulmate saya karena dia memiliki ciri-ciri seorang laki-laki yang saya perlukan yaitu seseorang yang tidak akan menghakimi pemahaman saya akan suara Allah meski sepertinya itu salah.

Sampai dengan hari ini ketika saya sudah tidak bekerja di kantor tersebut, tidak ada satupun laki-laki lain dalam kehidupan saya selain Stephen. Jelaslah bagi kami bahwa apa yang Allah katakan benar-benar hanya untuk menguji kami.

Tujuan saya menulis ini supaya teman-teman yang sedang dalam penantian tidak putus harapan. Saya percaya soulmate itu pasti akan datang dalam kehidupan anda. Bangun terus hubungan dengan Tuhan dan buka hati akan kemungkinan bahwa Ia juga akan menguji anda.

Foto-foto yang disini bukan foto-foto kami karena Stephen keberatan fotonya dipasang di internet.

Kasih itu sungguh indah. Semakin dalam kita mengasihi semakin jelas terlihat keindahannya. (A&S)

Sumber: http://agnesandstephen.blogspot.com/2008/12/perjalanan-ketemu-soulmate-sebuah.html

Sincia 2009 di Jakarta

Byk kenangan di jakarta yg gak bisa gw lupain. tapi ke bykan dukanya, so itu dia kenapa gw skrg kerja di bali. tapi gw tetap kontak2 an dgn keluarga n temen2 yg di jkt.

Pada Sincia 2009 yg jatuh pada tgl 26 jan, selama 3hari jadwal gw padat. gw ke bioskop brg teman kuliah dan gank di rumah, judulnya lupa tapi ttg film kekejaman jerman. trus ke gereja yg udah lama gw tinggalin.

Di malam sincia, gw ber 5 makan pizza bareng. yah pizza nya ada rasa baru, rasa ikan gitu.

Kmdn suasana di rumah udah beda dgn yg dulu. skrng selalu ramai, main ma keponakan2 ku gak hampir tiap hari sih. Mereka mang lucu tapi gw gak terlalu suka anak kecil. Mungkin kalo gw punya anak, gw bisa suka y.

Pas sincia, sekeluarga langsung pergi ke tempat nenek gw di daerah cengkareng,

Lombok Desember

Teman-teman kantor gw pada ngajakin ke lombok. Gw pikir udah pernah, ngapain juga kesana lagi. Setelah berpikir cukup lama n banyak bujukan dari teman kantor, yah jadi juga deh gw pergi. gpp lah ternyata lebih fun pergi dgn teman kerja dari pada nyokap gw. u can say what u want n what u like. kidding mom, tapi itu dari hati lho.

Ini dia cuplikan perjalanannya. check it out:

Hari pertama:
Jam 5 an kita berangkat ke padang bay, di dalam perjalan, beberapa dari kita semua pada mabuk laut. untung ada cewe ponti. hoho penyegar suasana. Singkat cerita, tempat gw ma melvin duduk, tiba2 berubah jadi cewe ponti. si edo baik banget memberi tumpangan ke org, padahal pas ada bapak2 ma anaknya yg mau duduk, dia malah suruh gw jagain tas gw, eh skrg tas n barang2 kita disingkirin. Tapi gpp bening2 mabuk laut. Anto gw liat udah posisi uenak banget, duduk nya di lantai nyender ke tembok n menghadap ke bangku kita yg ada cewe pontinya. PAs gw ditawarin duduk, “Dek, duduk disebelah ku aja? Wow, gw sih mau, tapi gimana y. gw kan jaim2 mau.  Pemalu  -__-.

Setelah sampai di pelabukan lembar, kita langsung ke hotel victor.
Di hotel, ada org yg nawarin tour ke gili, dia cerita kalo di selong belanak itu gak aman karena lewat2 hutan. banyak bajing loncat. kita semua jadi serem kalo mau kesana, selly sbg seksi urusan makanan cuma tersipu sipu malu, bagaimana masih mau lanjut kesana sel? akhirnya kita memutuskan utk tidak memasukannya ke jadwal acara.

Malamnya , kita ke mall mataram, jalan2  n makan di CFC.

Hari kedua:
Pagi2, makan telur n minum teh manis. Kemudian langsung ke pantai kuta. Disana, kita cuma foto2 bentar. Lanjut ke pantai Tanjung Ann, kita foto2 n minum air kelapa.
Di Praya kita makan bumbu lombok, trus langsung ke Air terjun Benang Storkel n Benang Kelambu yg berada di desa aik berik.

Sorenya kita makan di Taliwang Irama, ternyata ketemu cewe ponti lagi.

Hari ketiga:
Kita ke kaki bukit rinjani di desa senaru, perjalanan makan waktu 3jam an. Disana gw udah mau ke Air terjun  Tiu kelep tapi gak jadi, karena waktu nya gak cukup, akhirnya cuma ke air terjun sindang gile aja. Yo wish gpp, soalnya kita mau ngejar sunset di Bukit Malimbu, eh disana ketemu elang, jarang2 liat elang.

Trus ke pura batu bolong, yah gw tanya ke anak2, mana batu bolongnya? eh ternyata bolong nya itu vertikal ke atas. itu mah namanya celah. namain aja batu karang celah.

Di warung seafood menega, kita duduk di pinggir pantai sembari nunggu makanan. matahari udah mulai gak kelihatan tapi warna awan nya bagus, pink tua kehitam2an. tenang tapi tak tenang juga krn perut udah laper trus ditambah lagi dgn serangga yg berkeliaran di meja makan.

Sesampainya di hotel, tidur isitrahat, karena g udah  lelah juga.

Gw janji mau adain games, tapi batal karena gamenya blum di godok dgn matang. sorry y guys.

Hari ke empat, kita ke gili terawangan, lewat pelabuhan xxxx.
Gw cape juga karena kita harus cari2 penginapan.Kita berpencar, gw ma melvin bareng cari penginapan tapi gak dapat. udah haus, laper juga lagi. campur sari deh. Akhirnya group carnel yg dapat.

Yah sip lah bisa dapat, padahal gw pikir kemungkinan dapat penginapannya 40%.  Kita bersepeda utk makan n muterin gili (pulau) trus foto2. Pas snorkling, badan gw seperti kena duri. eh ternya jellyfish, katanya sih gak beracun. yah kita pede aja karena banyak juga org lain yg snorkling.

Sorenya pas gw mandi ternyata air nya gak keluar, trus listriknya sempet mati pula. udah gw mandi pake air aqua aja. aqua mang betul air yg jernih. Kata yg empunya rumah, di sini mang listrik suka mati, karena listriknya ngambil dari lombok n bali. trus airnya juga agak asin. gak recomend deh kalo punya rumah disana.

Agak malam kita langsung cari makan, gw udah laper n lemes, nunggu makanannya berjam2 lagi. wow complit deh dukanya. kalo kata lauren, what do u expect? itu motto perjalan kita di lombok. Kita sudah siap mental jika tidak terjadi dengan yg diharapkan.

ABis itu cari oleh2 buat anak2 kos n buat kita juga tentunya. Rencana mau ngeliat party, tapi udah pada cape akhirnya pulang.

Eh si edo ngajakin pergi, yah gw ikut nemenin aja. suasananya hampir sama kyk legian tapi bule2 nya kelihatan lebih nyaman di sini.

hari ke lima, kita ke hotel n makan n langsung pulang. singkat cerita, gw boring so kita nyanyi2 gak jelas ampe org lain pada kabur.

Moral:
Gw bisa baca peta, biasanya gw sendiri bingung cara baca peta. Lain kali bawa kompas, biar lebih akurat.

Mempererat kebersamaan  n keakraban. Terutama saat foto2,  bisa nambah kebersamaan.

Suasana hati penulis: Lagi sensi n maunya keluyuran trus.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.